10 TUJUAN WISATA TERBAIK DI PROVINSI JAMBI

PARIWISATA JAMBI (Tourism of Jambi province)

10 Tujuan wisata unggulan Provinsi Jambi : 1. Mendaki Gunung Kerinci (3.805 Mdpl) (The highest volcano in Indonesia) 2. Menikmati ke...

Saturday, 22 October 2016

Menjelajah Aliran Sungai Batanghari, Pariwisata Jambi

Batanghari adalah sungai terpanjang di pulau Sumatera sekitar 800 km. Mata airnya berasal dari Gunung Rasan (2585 Mdpl), dan yang menjadi hulu dari Batanghari ini adalah sampai kepada Danau Di Atas Kabupaten Solok Provinsi Sumatera Barat. selanjutnya mengalir ke selatan sampai ke daerah Sungai Pagu, sebelum berbelok ke arah timur. Aliran dari sungai ini melalui beberapa daerah yang ada di provinsi Sumatera Barat dan provinsi Jambi, seperti Kabupaten Solok Selatan, Kabupaten Dharmasraya, Kabupaten Bungo, Kabupaten Tebo, Kabupaten Batanghari, Kota Jambi, Kabupaten Muaro Jambi dan Kabupaten Tanjung Jabung Timur, sebelum lepas ke perairan timur sumatera dekat Muara Sabak. Pada sungai Batanghari ini ada banyak sungai lain yang bermuara padanya di antaranya Batang Sangir, Batang Merangin, Batang Tebo, Batang Tembesi, dll. Sistem aliran sungai ini membawa banyak deposit emas, sehingga muncul nama legendaris Swarnadwipa "pulau emas" yang diberikan dalam bahasa Sanskerta bagi Pulau Sumatera.
Menelusuri sungai Batanghari, Tanggo Rajo (ancol) Jambi - Candi Muaro Jambi - Kampung Laut
Sungai Batanghari membelah Kota Jambi
Menurut catatan sejarah, sungai Batanghari memiliki peranan penting bagi peradaban dan kehidupan masyarakat disekitarnya pada masa lampau, sejarah juga mencatat bahwa pada Batanghari inilah pernah muncul suatu Kerajaan Melayu yang cukup disegani, yang kekuasaannya meliputi pulau Sumatera sampai ke Semenanjung Malaya. Dan juga dahulunya sejak abad ke-7 sehiliran Batanghari ini sudah menjadi titik perdagangan penting bagi beberapa kerajaan yang pernah muncul di pulau Sumatera seperti Sriwijaya dan Dharmasraya.

Sepertinya tulisan diatas terlalu serius ya..yuk lanjut cerita pengalaman saya menelusuri sungai batanghari...

Perjalanan ini kami lakukan lima tahun lalu tepatnya pada tahun 2011 dimulai dari kawasan wisata Tanggo Rajo (Ancol) Kota Jambi sampai ke Kampung Laut Tanjung Jabung Timur, pada kegiatan kali ini diikuti oleh para mahasiswa sejarah yang merupakan utusan dari beberapa perguruan tinggi/univeritas ternama di Sumatera. tujuan dari perjalanan ini adalah untuk mengetahui lebih dekat tentang potensi pariwisata jambi, sejarah jambi & kondisi kehidupan disekitar sungai Batanghari dari masa ke masa. Pagi itu sekitar pukul 08:00 WIB semua peserta berkumpul di kawasan wisata tanggo rajo, semua terlihat antusias dengan wajah gembira karena akan merasakan sesuatu pengalaman baru, terdengar instruksi untuk naik ke kapal yang akan membawa kami untuk menjelajahi sungai Batanghari , kapal berukuran cukup besar dengan kondisi baik

Petualangan dimulai...
Dimulai dengan menyeberang ke kawasan Seberang Kota Jambi, kami disambut dengan kompangan salah satu tradisi lokal untuk menyambut kedatangan tamu yang sampai saat ini masih dilestarikan oleh masyarakat setempat, sesampai di kawasan seberang selanjutnya mengunjungi sentra pembuatan Batik Jambi dan melihat proses pembuatan perahu tradisional

Kesenian Kompangan atau Hadra
Sanggar seni, kerajinan Batik Jambi
Pembuatan perahu tradisional
Kemudian perjalanan dilanjutkan..setelah meninggalkan seberang kota jambi lebih kurang 1,5 jam, perahu kami bersandar di dermaga tepatnya di Desa Muaro Jambi, para peserta diajak untuk mengunjungi dan mengenal lebih dekat Kawasan Candi Muaro Jambi yang merupakan kawasan candi terluas di Asia Tenggara dan salah satu destinasi unggulan Pariwisata Jambi, para peserta dijadwalkan menginap di rumah penduduk/homestay yang terdapat di kawasan candi muaro jambi dan pada malam harinya dilakukan focus group discussion (FGD) tentang sejarah jambi dan khususnya kawasan Candi Muaro Jambi 

Candi Gumpung
Candi Tinggi
Candi Tinggi dan Stupa
Peta Kawasan Candi Muaro Jambi
Pagi setelah sarapan dan bersiap-siap, para peserta berpamitan dengan pemilik homestay selanjutnya menuju dermaga, perjalanan pun dilanjutkan...di sekitar sungai batanghari saat itu tampak pemukiman penduduk dan juga beberapa perusahaan/pabrik, selama perjalanan tampak sebagian masyarakat masih menggunakan sungai batanghari untuk keperluan MCK, yang muncul dipikiran saya saat itu apakah beberapa pabrik juga membuang limbahnya ke sungai batanghari? hmm...semoga saja tidak (lanjut ya..gak usah dibahas)

Pemukiman penduduk di sepanjang Sungai Batanghari
Pemukiman penduduk di sepanjang Sungai Batanghari
Matahari mulai terbenam di ufuk barat
Hari semakin sore dan perjalanan terus berlanjut saya mencoba untuk naik ke atas kapal, walaupun sudah terasa panas dan gosong tapi who cares saya sangat menikmati perjalanan ini. Matahari mulai redup di ufuk barat di kiri dan kanan sudah mulai terdengar nyanyian alam oup oup..cuit cuit cuit..krik krik krik..tetapi tidak terdengar bunyi AUUMMM haha... 


Kapal kembali berlabuh di dermaga, kami berhenti untuk berisitirahat di komplek makam Orang Kayo Hitam, kedatangan kami disambut oleh salah seorang masyarakat yang merupakan juru kunci makam tersebut. Orang Kayo Hitam merupakan salah seorang raja Jambi keturunan raja Datuk Paduko Berhalo, yang di makamkan di pesisir sungai batanghari, tidak jauh dari komplek pemakaman tersebut terdapat sebuah makam putri Julan yang merupakan wanita keturunan tionghoa, dan menurut cerita yang kami peroleh dari juru kunci bahwa kematian putri julan disebabkan bunuh diri dikarenakan hubungan percintaannya tidak direstui oleh keluarga (mungkin ini kisah nyata bukan seperti di sinetron)

Kawasan makam Orang Kayo Hitam
Kawasan makam Orang Kayo Hitam
Makam Orang Kayo Hitam
Makam Putri Julan
Setelah mendengar cerita panjang tentang sejarah Orang Kayo Hitam kami berpamitan untuk melanjutkan perjalanan, hari sudah mulai gelap...semua peserta menaiki kapal, kebanyakan dari peserta sudah terlihat capek dan beristirahat sesuai dengan PW (posisi wueeenak) nya masing-masing, begitu juga saya yang tidak mau melewatkan kesempatan berharga ini, dan.....saya pun tertidur di dalam lambung kapal dengan kondisi lambung saya yang kekenyangan setelah menikmati hangatnya mie rebus buatan koki kapal  yang baik hati haha...ZzZzzZZzZzz..... (catatan : gak pake ngorok)

Didalam tidur samar-samar terdengar suara nyanyian..ingin sekali rasanya bangun untuk mencari sumber suara itu, didalam keadaan setengah sadar saya merasa dilema karena harus memilih antara tidur dan bangun haha.., akhirnya dengan suatu gerakan cepat ala bruce lee saya bergerak bangun dan langsung berdiri hiyaaaa..eittsss!!, saya berjalan pelan-pelan sambil menyelinap untuk mengintip sumber suara itu, alangkah terkejutnya! dari sebuah jendela kapal yang kecil terlihat orang-orang berkumpul dan bernyanyi diatas mulut kapal, sungguh suasana yang WOW bernyanyi bersama di iringi gitar, gendang dan hempasan air yang menghantam dinding kapal, di terangi oleh rembulan dan bintang-bintang sebagai pencahayaan, dan..akhirnya saya memutuskan untuk bergabung dan ikut bernyanyi (maaf kalo narasi dan kalimatnya agak lebay, supaya gak bosan haha..)

Suasana kumpul di kapal
Kira-kira jam 01:00 WIB (pagi) kapal kembali bersandar dan ternyata kami telah sampai di tujuan yaitu kampung laut, kedatangan kami disambut hangat oleh masyarakat dan selanjutnya menuju sebuah balai desa untuk ramah tamah. Setelah ramah tamah kami dianjurkan untuk beristirahat di beberapa rumah penduduk (jika tidak istirahat kemungkinan besar akan timbul korban haha..)

Dermaga "darurat" di Kampung Laut
Pukul 05:00 WIB (pagi) semua peserta kembali berkumpul untuk bersiap-siap menuju beting, beting adalah pulau atau daratan di tengah laut yang terbentuk karena surutnya air laut, untuk menuju beting diperlukan waktu lebih kurang 1 jam perjalanan menggunakan boat/perahu lokal dari kampung laut.

Ada apa di beting? di beting terdapat populasi sumbun (kerang bambu) yang katanya populasinya hanya ada 2 di dunia yaitu di Kampung Laut dan di China (sampai saat ini informasi ini belum jelas kebenarannya). bagi masyarakat setempat..sumbun atau kerang bambu merupakan salah satu makanan favorit dan direkomendasikan bagi pecinta sea food. untuk berburu sumbun peralatan yang dipakai adalah bambu kecil yang diisi dengan kapur ditambah dengan sebuah stik/kayu kecil, untuk memancing sumbun stik yang sudah di oleskan kapur di celupkan kedalam lobang yang merupakan sarang/rumah sumbun, setelah di celupkan tunggu beberapa saat dan taraaaaa...kemudian sumbun akan keluar dengan sendirinya karena mabook akibat efek kapur tersebut. Selain berburu sumbun di beting kita juga bisa melakukan atraksi meluncur di atas lumpur seperti layaknya surfing dengan menggunakan papan khusus yang dibuat oleh masyarakat setempat yang bentuknya juga mirip dengan papan surfing (jujur..saya lebih menikmati atraksi ini ketimbang nyari sumbunnya haha..)

Sampai di Beting
Berburu Sumbun atau Kerang Bambu
Berburu Sumbun atau Kerang Bambu
Berburu Sumbun atau Kerang Bambu
Tak terasa sudah 2 jam kami di beting/pulau, saatnya segera kembali ke kampung laut karena jika terlalu lama maka air laut akan mulai naik/pasang. Sesampai di kampung laut kami menyerahkan hasil perburuan sumbun ke masyarakat untuk dimasak sebagai menu makan siang. Sambil menunggu makan siang kami menyempatkan untuk berkunjung ke perkampungan suku Duano (suku laut) yang berprofesi sebagai nelayan, mereka asal /keturunan Sulawesi Selatan yang sudah lama bermukim di Kampung Laut. di perkampungan suku Duano kami mendengarkan cerita tentang tradisi kehidupan mereka yang banyak dihabiskan untuk melaut

Berburu Sumbun dan Surfing di lumpur
Kehidupan suku Duano
Hidangan makan siang, sea food di Kampung laut...kolesterol ohh kolesterol
Setelah makan siang kami berpamitan kepada masyarakat setempat untuk kembali ke Kota Jambi. Perjalanan dari kampung laut ke Kota jambi dibutuhkan waktu yang sama lebih kurang 6 jam dengan menggunakan kapal berkecepatan rendah, didalam perjalanan kami menyempatkan untuk berhenti di pelabuhan Kota Sabak untuk beristirahat, makan, minum dan membeli tambahan bekal (cigarretes is my priority)

Setelah dari Beting dan sampai di Kampung Laut
Sumbunnya lari di belakang saya haha...
Beting, pukul 06:00 WIB (pagi)

Bagi saya pribadi perjalanan ini sungguh pengalaman yang menyenangkan karena ini adalah pengalaman pertama menelusuri sungai karena saya adalah orang pegunungan haha...


Banyak pengalaman yang bisa didapat dari perjalanan ini, kagum akan banyak potensi pariwisata yang bisa di kembangkan di Provinsi Jambi baik itu wisata alam, sejarah, budaya dan kearifan lokal lainnya

Sekian dulu guys, terima kasih sudah menyempatkan waktunya untuk berbagi pengalaman, harapan saya semoga tulisan ini  bermanfaat bagi semua orang, Amin... 

Selamat Datang kembali di Kota Jambi dari someone yang duduk diatas mulut kapal pake kupluk hitam hihi...





Sesde Seharja + Wikipedia, created on october 2016

Thursday, 8 September 2016

Perkebunan Teh Kayu Aro, Pariwisata Kerinci Jambi

" Pesona keindahan hamparan karpet hijau yang terbentang luas di ujung barat provinsi jambi "

 
Teh merupakan salah satu minuman yang paling populer di dunia. Percaya atau tidak, salah satu teh hitam dengan kualitas terbaik di dunia ternyata berasal dari Indonesia, lebih tepatnya di Kabupaten Kerinci Provinsi Jambi yaitu Perkebunan Teh Kayu Aro. Perkebun Teh Kayu Aro terletak di Kerinci, Jambi. Kebun teh ini memiliki beberapa keistimewaan : 
  1. Perkebunan teh tertua di Indonesia telah ada sejak masa penjajahan Belanda pada tahun 1925.
  2. Perkebunan teh kayu aro adalah yang tertinggi dan terluas kedua setelah Kebun Teh Darjeeling di India.
  3. Perkebunan teh ini terhampar luas di kaki Gunung Kerinci 3805 Mdpl yang merupakan Gunung api tertinggi di Indonesia
Walking around perkebunan teh di pagi hari, menikmati keindahan dan menghirup udara segar

Luas kebun teh Kayu Aro sekitar 2500 ha dan terletak di ketinggian 1600 meter dpl. Ketiga, teh di perkebunan ini merupakan teh ortodox atau teh hitam yang merupakan teh berkualitas tinggi. Menariknya, pemrosesan daun teh dari kebun masih menggunakan cara tradisional. Serbuk-serbuk teh tidak menggunakan pewarna maupun pengawet, bahkan, untuk menjaga kualitasnya, para pekerja dilarang untuk memakai kosmetik saat mengolah daun teh tersebut. Oleh sebab itu, tidak heran jika teh dari sini menjadi teh kegemaran Ratu Belanda dan Ratu Inggris pada masanya. 
Perkebunan Teh Kayu Aro didirikan pada tahun 1925 oleh Namlode Venotchaat Handle Veringing Amsterdam, sebuah perusahaan milik Belanda. Pada tahun 1959, kebun teh ini menjadi milik pemerintah RI dengan pengolaan dan pengawasan di bawah PT Perkebunan Nusantara VI. Sampai saat ini perusahaan tersebut yang melakukan pemeliharaan, pemetikan, pengolahan, pengemasan, hingga pengeksporan ke berbagai negara. Perkebunan Teh Kayu Aro setiap tahunnya mampu menghasilkan 5.500 ton teh hitam. Teh unggulan ini diekspor ke Rusia, Eropa, Asia Tengah, Amerika Serikat, Timur Tengah, Asia Tenggara, dan Pakistan.

Pemetik teh siap menimbang hasil petikannya

Untuk menuju DTW ini dibutuhkan waktu jarak tempuh lebih kurang 8 jam dari Kota Jambi dan 6 jam dari Kota Padang Sumatera Barat melalui jalur darat, perjalanan juga dapat ditempuh dalam waktu singkat melaui jalur udara dari Bandara Sultan Thaha atau Bandara Internasional Minangkabau  dengan waktu yang sama lebih kurang 45 menit.

Pintu masuk ke Kabupaten melalui jalur darat dari Sumatera Barat

Penerbangan Susi Air ke Kabupaten Kerinci (jadwal : selasa, kamis, sabtu)

Bandara Depati Parbo, Kabupaten Kerinci

Terdapat banyak homestay disepanjang perkebunan teh kayu aro diantaranya Homestay Subandi, Homestay Paiman, Homestay Family, dll.
Untuk anda yang berencana melakukan kegiatan outdoor di Kerinci seperti mendaki gunung jangan khawatir karena di beberapa homestay menyediakan/menyewakan peralatan dan perlengkapan outdoor seperti : tenda, sleeping bag, nasting, guide service, dll

Santai di depan homestay bersama pak Subandi (pemilik homestay) dan Sarah bu' le dari USA :D
Homestay Paiman, salah satu homestay tertua di Kerinci


Wonderful Indonesia - Pesona Indonesia - Jambi - Kerinci - Perkebunan Teh KayuAro

Wednesday, 27 April 2016

Harapan Rainforest Jambi visited by Prince Charles 2008, Pariwisata Jambi

“Harapan Rainforest has established a steady alternative income sources 
for the indigenous and local people.” 

On The Spot : Harapan Rainforest Office

Provinsi Jambi mempunyai kebanggaan dengan memiliki kawasan restorasi ekosistem hutan yang pertama di Indonesia, melalui keberadaan Hutan Harapan (Harapan Rainforest) yang terletak di Kabupaten Batanghari 65 km dari Kota Jambi atau sekitar 1,5 jam perjalanan darat. Mempunyai luas sekitar 98,554 hektar, diprakarsai oleh Pangeran Charles dari Inggris pada tanggal 2 November 2008.
Harapan Rainforest menjadi rumah bagi berbagai jenis mamalia, termasuk Harimau Sumatera, Gajah Asia, Beruang madu,Simpai, Tapir, Siamang, Macan dahan, Ungko, Kukang, dan Anjing hutan, yang saat ini kesemuanya terancam punah. Harapan Rainforest juga merupakan rumah bagi hampir 300 jenis burung dataran rendah, termasuk delapan jenis yang terancam punah secara global dan 69 jenis yang mendekati kepunahan. Meskipun telah mengalami kerusakan, sejumlah besar jenis keragaman hayati masih dapat ditemukan di habitat ini. Harapan Rainforest juga merupakan tempat tinggal bagi masyarakat asli yang dikenal sebagai Suku Batin Sembilan. Sangat cocok bagi anda yang menyukai akan wisata minat khusus (wisata alam, petualangan dan penelitian)

Penanaman pohon saat kunjungan pangeran Charles ke Harapan Rainforest

Sumber :

 

Pesona Danau Gunung Tujuh, Pariwisata Kerinci Jambi

“ Secangkir keindahan di ketinggian 1.996 Mdpl yang terletak di sisi barat provinsi jambi ”

Danau Gunung Tujuh terletak di Desa Pelompek Kecamatan Gunung Tujuh Kabupaten Kerinci, untuk menuju DTW ini dibutuhkan waktu jarak tempuh lebih kurang 8 jam dari Kota Jambi dan 6 jam dari Kota Padang Sumatera Barat melalui jalur darat, perjalanan juga dapat ditempuh dalam waktu singkat melaui jalur udara dari Bandara Sultan Thaha Jambi atau Bandara Internasional Minangkabau  Sumatera Barat dengan waktu yang sama lebih kurang 45 menit.


Kenapa dinamakan Danau Gunung Tujuh? mungkin didalam benak kita terbayang ada sebuah danau dan 7 buah gunung? Ya betul sekali..Danau Gunung Tujuh adalah danau vulkanik yang dikelilingi oleh 7 (tujuh) puncak gunung, diantaranya :
  1. Gunung Hulu Tebo (2.525 meter)
  2. Gunung Hulu Sangir (2.330 meter)
  3. Madura Besi (2418 meter)
  4. Gunung Moss dengan berbagai jenis lumut ( 350 meter)
  5. Gunung Selasih (2.230 meter)
  6. Gunung Jar Panggang (2.469 meter)
  7. Gunung Tujuh (2.735 meter)
Naaah sudah terbayangkan keindahannya guys.….
Danau Gunung Tujuh merupakan danau vulkanik yang terbentuk oleh letusan gunung api (super volcano) pada masa lampau (purba), letusan tersebut membentuk kawah besar yang kemudian diisi oleh air hujan dan terciptalah danau vulkanik yang terletak diketinggian 1.996 Mdpl.
Untuk menuju gunung tujuh dibutuhkan waktu lebih kurang 3 jam (trekking), di danau gunung tujuh terdapat camping ground di pinggir danau yang tidak terlalu luas dan diperkirakan dapat menampung lebih kurang 15 tenda tapi jangan khawatir guys…pengunjung masih bisa mendirikan tenda disisi sebelah kanan bibir danau, sedikit saran..pengunjung harus berhati-hati karena untuk menuju lokasi tersebut harus melewati titian kayu yang mungkin sedikit licin dan dibawahnya terdapat aliran air danau menuju air terjun.

Air terjun tersebut merupakan pembuangan dari luapan air danau gunung tujuh, jika diamati sekilas dan didengar dari suara gemuruhnya, air terjun tersebut sangat ekstrim sehingga tidak bisa di dokumentasikan secara detail, jika diintip dari atas (sudut sempit) bisa dilihat air terjun tersebut merupakan waterfall 3 tingkat yang mengalir ke sungai-sungai dan terus menuju Air Terjun Telun Berasap
Beberapa aktivitas yang bisa dilakukan selama berada di kawasan Danau Gunung Tujuh adalah :
  1. Menunggu sunrise dan sunset
  2. Menyisiri danau dengan menggunakan perahu tradisional
  3. Safari dan berburu kepiting pada malam hari
  4. Api unggun dan barbeque (kepiting, ikan, ayam)
  5. Camping di pasir putih
  6. Trekking ke batu masjid
Catatan :
  1. Semua aktivitas di Danau Gunung Tujuh direkomendasikan agar didampingi petugas taman nasional/guide lokal
  2. Perlengkapan yang harus disiapkan jika berkunjung adalah : stok makanan, obat-obatan (P3K), tenda, sleeping bag, perlengkapan masak, perapian, jaket/raincoat, senter, kamera dan perlengkapan-perlengkapan camping lainnya. 
Pesona Danau Gunung Tujuh dari berbagai sisi :










Sumber :
Wikipedia & dikembangkan oleh Sesde Seharja (mohon koreksi jika terdapat kekeliruan dalam penulisan)